JAKARTA, KOMPAS - Bencana
banjir yang melanda Jakarta tidak cuma melahirkan kerepotan, kelelahan,
kemarahan, atau kesedihan. Di tangan komunitas dunia maya, banjir
menjadi humor, kritikan, parodi, atau sentilan melalui gambar-gambar
atau teks menggelitik yang sering disebut meme.
Meme
banjir di Jakarta menyebar dengan cepat, secepat aliran air yang
membanjiri Jakarta. Alih-alih membuat kesal, meme banjir malah hadir
menghibur di tengah hari yang melelahkan bagi sebagian warga Jakarta
yang terjebak banjir.
Salah satunya yang beredar adalah meme Tugu Pancoran yang terendam banjir hingga semata kaki patung tugu itu dengan tambahan keterangan ”Banjirnya Tinggal Semata Kaki”.
Betapa
meme itu tak mengundang gelak tawa sekaligus rasa miris karena bisa
dibayangkan jika memang banjir sudah menyentuh mata kaki patung Tugu
Pancoran, sama saja Jakarta sudah tenggelam.
”Malah lucu meme
Tugu Pancoran itu. Habisnya mau bagaimana lagi memang banjir juga sudah
langganan di Jakarta,” kata Maryono (35), karyawan swasta di kawasan
Sudirman.
Maryono mengatakan, sebetulnya lelah juga menghadapi
banjir karena lalu lintas di Jakarta pasti macet parah. Namun, karena
kesadaran masyarakat Jakarta masih rendah terhadap bahaya banjir, hal
itu turut membuatnya pasrah menghadapi banjir.
”Pemerintah sudah
berbuat, menormalisasi sungai. Saluran dibersihkan. Tapi orang di
Jakarta masih saja buang sampah sembarangan. Yang tinggal di pinggir
kali susah direlokasi. Jadinya susah karena warga Jakarta sendiri tidak
mau membantu,” kata Maryono.
Hadirnya meme banjir pun
bagi Maryono lebih menyerupai pesan kritik yang dapat menyentil tanpa
harus membuat naik darah. ”Warga Jakarta sendiri semestinya yang
tersentil dengan meme itu karena kita sendiri yang membuat Jakarta banjir,” tambahnya.
Kata meme diperkenalkan oleh ahli biologi asal Inggris, Richard Dawkins, dalam bukunya The Selfish Gene
(1976). Meme berasal dari akar kata Yunani, mimeme yang artinya tiruan.
Istilah itu diciptakannya untuk memaknai unit gagasan dalam transmisi
kultural yang terus direplikasi dalam persebarannya.
Belakangan,
kata itu ”dibajak” oleh internet yang kemudian justru identik dengan
gambar disertai kata-kata menggelitik mengenai sesuatu. Terlepas dari
maknanya, meme kian marak karena semua orang dengan mudah membuatnya.
Pemegang
telepon pintar, baik iOS maupun Android, bisa mengunduh
aplikasi-aplikasi gratis untuk membuat meme sendiri. Aplikasi yang
populer, mudah dipakai, dan tersedia gratis di Google Play Store,
misalnya Memeful, Free Meme Genarator, Meme Creator, dan masih banyak
lagi.
Dengan aplikasi itu, seseorang bisa berkreasi membuat meme dari gambar yang telah ada ataupun memakai gambar atau foto hasil karya sendiri.
Justru yang sulit adalah proses kreatif untuk membuat meme
agar bisa menjadi pusat perhatian. Mengutip Digitaltrends, ada sejumlah
langkah untuk membuat meme menarik. Pertama, lakukan riset untuk
mengetahui meme yang telah meledak untuk menjadi inspirasi. Lihat saja tren di Twitter atau Facebook.
Selanjutnya,
kumpulkan bahan. Ini titik saat memilih menggunakan gambar sendiri atau
memakai bahan yang telah ada di internet. Usai dibuat, agar meme menjadi meme sesungguhnya yang mampu mengundang perhatian, unggah saja diberbagai media sosial. Mudah, kan? (MDN/RAY)